Senin, 02 Juli 2012

MENGALAH


Mengalah sebenarnya simple, mengalah adalah cara yang biasanya dilakukan untuk mengakhiri sebuah masalah atau hal lainnya yang menyangkut beberapa pihak, entah dalam urusan apapun, akan tetapi lebih banyak kepada suatu perdebatan yang tidak kunjung selesai, yang dilakukan  salah satu pihak dengan cara seperti katakanlah cara kasarnya memberikan kemenangan yang halus atau mudah, tidak semua orang bisa melakukannya terlebih kepada orang yang mempunyai karakter keras atau tidak mau kalah, karena biasanya mereka yang punya sifat keras akan terus memperjuangkan segala sesuatunya agar supaya mereka menang, bahkan karakter tersebut jika kalah, mereka tidak mau mengalah.
Dituntut pendewasaan yang baik untuk berjiwa besar seperti mengalah, diperlukan kesabaran dan keikhlasan yang ekstra, karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi jika kita memutuskan mengalah, ada yang membiarkannya akan tetapi juga ada yang malah akan mengolok-ngolok dari sikap kita untuk mengalah, makanya dalam hal ini dituntut pendewasaan secara penuh untuk melakukan hal tersebut, jangan sampai kita melakukannya dengan terpaksa, karena bisa-bisa kita akan tersinggung sendiri dengan cara tersebut, perlu diketahui jika tidak semua orang atau kelompok lain yang kita kasih kemenangan atau kebenaran karena sikap kita untuk mengalah ini akan menerimanya, bisa-bisa mereka malah akan tersinggung dengan sikap kita tersebut, karena orang mungkin menerima sikap kita tersebut dengan persepsi lain dan tidak sejalan dengan apa yang kita inginkan.
Sebenarnya mengalah adalah sikap yang dipunyai oleh orang yang punya level kesabaran yang tinggi dan penalaran yang brilian, bagaimana tidak jika kita cermati orang-orang tersebut adalah orang yang mempunyai pemikiran bijak, karena masalah jika tidak segera diselesaikan malah akan semakin panjang, dan semakin rumit, kita bisa ambil contoh dari berbagai penayangan perdebatan di TV, yang sebagaimana mereka mengaku sebagai orang berpendidikan tinggi dan bertitel pejabat, akan tetapi tidak bisa mengambil atas control emosi mereka, padahal tayangan tersebut ditonton oleh berjuta orang di Indonesia dan bahkan sampai di luar negeri, kita bisa lihat bagaimana mereka hanya mengumbar emosi, tanpa mempedulikan mereka sebagai pejabat, dan menjadi panutan masyarakat Indonesia, harusnya mereka harus lebih bijak dalam menyikapinya bukan malah ikut tersulut emosinya oleh pihak lain, kita bisa mencontoh guru bangsa kita yaitu Alm. Gus Dur, yang selalu menyikapi segala sesuatu hal dengan santai namun tetap dengan kebijaksanaan yang tinggi, bahkan terkadang kita sendiri bingung dengan apa yang dilakukan gus dur, padahal dibalik itu semua Gus Dur punya ide-ide yang brilian.
Akan tetapi kita tidak boleh menyalahkan mereka, kita harus terlebih dahulu memandang diri kita sendiri, sudahkah kita atau pernahkah kita mempraktekan sesuatu hal yang sebenarnya simple akan tetapi sangat susah tersebut, kita harus instropeksi diri kita sebelum mencacat orang lain, ingat mengalah adalah bukan hal yang mudah, namun mengalah juga bukan untuk dipamerkan sebagaimana yang pernah dikatakan mengalah adalah salah satunya cara untuk belajar ikhlas, juga belajar sabar dan belajar bijak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar