Mengalah sebenarnya
simple, mengalah adalah cara yang biasanya dilakukan untuk mengakhiri sebuah
masalah atau hal lainnya yang menyangkut beberapa pihak, entah dalam urusan
apapun, akan tetapi lebih banyak kepada suatu perdebatan yang tidak kunjung selesai,
yang dilakukan salah satu pihak dengan
cara seperti katakanlah cara kasarnya memberikan kemenangan yang halus atau
mudah, tidak semua orang bisa melakukannya terlebih kepada orang yang mempunyai
karakter keras atau tidak mau kalah, karena biasanya mereka yang punya sifat
keras akan terus memperjuangkan segala sesuatunya agar supaya mereka menang,
bahkan karakter tersebut jika kalah, mereka tidak mau mengalah.
Dituntut pendewasaan
yang baik untuk berjiwa besar seperti mengalah, diperlukan kesabaran dan
keikhlasan yang ekstra, karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi jika kita
memutuskan mengalah, ada yang membiarkannya akan tetapi juga ada yang malah
akan mengolok-ngolok dari sikap kita untuk mengalah, makanya dalam hal ini
dituntut pendewasaan secara penuh untuk melakukan hal tersebut, jangan sampai
kita melakukannya dengan terpaksa, karena bisa-bisa kita akan tersinggung
sendiri dengan cara tersebut, perlu diketahui jika tidak semua orang atau
kelompok lain yang kita kasih kemenangan atau kebenaran karena sikap kita untuk
mengalah ini akan menerimanya, bisa-bisa mereka malah akan tersinggung dengan
sikap kita tersebut, karena orang mungkin menerima sikap kita tersebut dengan
persepsi lain dan tidak sejalan dengan apa yang kita inginkan.
Sebenarnya mengalah
adalah sikap yang dipunyai oleh orang yang punya level kesabaran yang tinggi
dan penalaran yang brilian, bagaimana tidak jika kita cermati orang-orang
tersebut adalah orang yang mempunyai pemikiran bijak, karena masalah jika tidak
segera diselesaikan malah akan semakin panjang, dan semakin rumit, kita bisa
ambil contoh dari berbagai penayangan perdebatan di TV, yang sebagaimana mereka
mengaku sebagai orang berpendidikan tinggi dan bertitel pejabat, akan tetapi
tidak bisa mengambil atas control emosi mereka, padahal tayangan tersebut
ditonton oleh berjuta orang di Indonesia dan bahkan sampai di luar negeri, kita
bisa lihat bagaimana mereka hanya mengumbar emosi, tanpa mempedulikan mereka
sebagai pejabat, dan menjadi panutan masyarakat Indonesia, harusnya mereka
harus lebih bijak dalam menyikapinya bukan malah ikut tersulut emosinya oleh
pihak lain, kita bisa mencontoh guru bangsa kita yaitu Alm. Gus Dur, yang
selalu menyikapi segala sesuatu hal dengan santai namun tetap dengan
kebijaksanaan yang tinggi, bahkan terkadang kita sendiri bingung dengan apa
yang dilakukan gus dur, padahal dibalik itu semua Gus Dur punya ide-ide yang
brilian.
Akan tetapi kita tidak
boleh menyalahkan mereka, kita harus terlebih dahulu memandang diri kita
sendiri, sudahkah kita atau pernahkah kita mempraktekan sesuatu hal yang
sebenarnya simple akan tetapi sangat susah tersebut, kita harus instropeksi
diri kita sebelum mencacat orang lain, ingat mengalah adalah bukan hal yang
mudah, namun mengalah juga bukan untuk dipamerkan sebagaimana yang pernah
dikatakan mengalah adalah salah satunya cara untuk belajar ikhlas, juga belajar
sabar dan belajar bijak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar